Selasa, 06 Mei 2008

Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah



Sejarah Tapak Suci

Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kiyai Haji (K.H.) Syuhada pada tahun 1872 memiliki seorang putera yang diberi nama Ibrahim. Sejak kecil ia menerima ilmu pencak dari ayahnya. Ibrahim tumbuh menjadi Pendekar yang menguasai pencak ragawi dan batin / inti tetapi sekaligus Ulama yang menguasai banyak ilmu, kemudian berganti nama menjadi K.H. Busyro Syuhada.
https://www.facebook.com/TapakSuciIainRadenFatahPalembang/

Pada awalnya K.H.Busyro Syuhada mempunyai 3 murid, yaitu :
Achyat ( adik misan ), yang kemudian dikenal dengan K.H. Burhan
M.Yasin ( adik kandung ), yang dikenal dengan K.H. Abu Amar Syuhada
Soedirman, yang dikemudian hari mencapai pangkat Jenderal dan pendiri Tentara 
Nasional Indonesia, bahkan bergelar Panglima Besar Soedirman.

Pada tahun 1921 di Yogyakarta, bertemulah K.H. Busyro Syuhada dengan kakak beradik Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib. Dalam kesempatan itu mereka adu ilmu pencak antara M. Wahib dan M. Burhan. Kemudian A. Dirnyati dan M. Wahib dengan pengakuan yang tulus  mengangkat K.H. Busyro Syuhada sebagai guru dan mewarisi ilmu pencak dari K.H. Busyro Syuhada yang kemudian menetap di Kauman. Menelusuri jejak gurunya, Ahmad Dimyati mengembara ke barat sedang M. Wahib mengembara ketimur sampai ke Madura untuk menjalani adu kaweruh ( uji ilmu ).

https://www.facebook.com/TapakSuciIainRadenFatahPalembang/
Pewaris ilmu banjaran, mewarisi juga sifat-sifat gurunya M. Wahib sebagaimana K.H. Busyro Syuhada, bersifat keras, tidak kenal kompromi, suka adu kaweruh. Untuk itu sangat menonjol nama M. Wahib dari pada  A. Dimyati. Sedang A. Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari pada adiknya M. Wahib tetapi karena pendiam dan tertutup maka tidak banyak kejadian-kejadian yang dialami. Sebagaimana M. Burhan yang mempunyai sifat dan pembawaan sama dengan A. Dimyati.

K. H. Busyro Syuhada pernah menjadi guru pencak untuk kalangan bangsawan dan keluarga Kraton Yogyakarta. Salah satu diantara muridnya adalah R.M. Harimurti, seorang pangeran kraton, yang dikemudian hari beberapa muridnya mendirikan perguruan–perguruan pencak silat yang beraliran Harimurti.
Kauman, Seranoman dan Kasegu.

Pendekar Besar KH Busyro Syuhada memberi wewenang kepada pendekar binaannya, A. Dimyati dan M. Wahib untuk membuka perguruan dan menerima murid. Perguruan baru yang didirikan pada tahun 1925 itu diberi nama Perguruan "Kauman", yang beraliranBanjaran.

Perguruan Kauman mempunyai peraturan bahwa murid yang telah selesai menjalani pendidkan dan mampu mengembangkan ilmu pencak silat diberikan kuasa untuk menerima murid.


https://www.facebook.com/TapakSuciIainRadenFatahPalembang/
 M. Syamsuddin yang menjadi murid kepercayaan Pendekar Besar M..Wahib diangkat sebagai pembantu utama; dan dizinkan menerima murid. Kemudian mendirikan perguruan ”Seranoman".  Perguruan Kauman menetapkan menerima siswa baru, setelah siswa tadi lulus menjadi murid di Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan pendekar muda Moh. Zahid, yang juga lulus menjalani pendidikan di perguruan Kauman. Moh. Zahid yang menjadi murid angkatan ketiga (3) bahkan berhasil pula mengembangkan pencak silat yang berintikan kecepatan; kegesitan, dan ketajaman gerak. Tetapi murid ketiga ini pada tahun 1948, wafat pada usia yang masih sangat muda. Tidak sempat mendirikan perguruan baru tetapi berhasil melahirkan murid, Moh. Barie lrsjad.

Pendekar Besar KH Busyro Syuhada berpulang ke Rahmatullah pada bulan Ramadhan 1942. Pendekar Besar KH Busyro Syuhada bahkan tidak sempat menyaksikan datangnya perwira Jepang, Makino, pada tahun 1943 yang mengadu ilmu beladirinya dengan pencak silat andalannya. Makino mengakui kekurangannya dan menyatakan menjadi murid Perguruan Kauman sekaligus menyatakan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Omar Makino. Pada tahun 1948 Pendekar Besar KH Burhan gugur bersama dengan 20 muridnya dalam pertempuran dengan tentara Belanda di barat kota Yogyakarta. Kehilangan besar pesilatnya menjadikan perguruan Kauman untuk beberapa sa’at berhenti kegiatannya dan tidak menampakkan akan muncul lagi Pendekar. Moh. Barie lrsjad sebagai murid angkatan keenam (6) yang dinyatakan lulus dari tempaan ujian Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati kemudian dalam perkembangan berikutnya mendirikan perguruan "Kasegu"

Kalau perguruan-perguruan sebelumnya diberi nama sesuai dengan tempatnya. Perguruan Kasegu diberikan nama sesuai dengan senjata yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barie Irsjad.

Lahirnya Tapak Suci
Moh. Barie lrsjad akhirnya mengeluarkan gagasan agar semua aliran Banjaran yang sudah berkembang dan terpecah-pecah dalam berbagai perguruan, disatukan kembali ke wadah tunggal.

Pendekar Besar M. Wahib merestui berdirinya satu Perguruan yang menyatukan seluruh perguruan di Kauman. Restu diberikan dengan pengertian Perguruan nanti adalah kelanjutan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925 yang berkedudukan di Kauman.

Pendekar M. Wahib mengutus 3 orang muridnya. dan M. Syamsuddin mengirim 2 orang muridnya untuk bergabung. Maka Pendekar M. Barie Irsjad bersama sembilan anak murid menyiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan Perguruan.

Dasar-dasar perguruan Kauman yang dirancang oleh Moh. Barie lrsjad, Moh. Rustam Djundab dan Moh. Djakfal Kusuma menentukan nama Tapak Suci. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikonsep oleh Moh Rustam Djundab. Do’a dan lkrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma. Lambang Perguruan diciptakan oleh Moh. Fahmie Ishom, lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Suja', lambang Regu Inti "Kosegu" diciptakan Adjib Hamzah. Sedang bentuk dan warna pakaian dibuat o!eh Moh. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.


Maka pada tanggal 31 Juli 1963 lahirlah Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci
Sumber : http://tapaksucipalembang.blogspot.co.id/

Pendirian Tapak Suci Putera Muhammadiyah juga dilakukan di Palembang. Pada saat itu berdirinya pada tahun 1972. Dimana atas inisiatif K.H Thohlon Abd Rauf dan Drs.Hizbullah Rahman yang didampingi oleh Drs.H.M Suripto untuk menghadap K.H Siddiek Adiem ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera  Selatan pada saat itu untuk mendirikan Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Palembang. Pertama kali untuk di daerah adalah Semuntul oleh Marzuki.

kemudian menyebar di tujuh kabupaten.Bahan yang diajarkan adalah pengurusan organisasi dan pelatihantenaga edukatif beladiri.Untuk menjadi anggotanya
terbuka untuk umum kecuali bagi para pengurusnya.
Sumber tulisan : https://hazriani3.blogspot.co.id/
.
TAPAK SUCI terdaftar sebagai organisasi otonom yang ke-11. Terdapat tiga kategori tingkatan:

Siswa - Sabuk Kuning, Kader (Pelatih) - Sabuk Biru , Pendekar - Sabuk Hitam

Jenjang SISWA
Siswa Dasar , Siswa Satu , Siswa Dua , Siswa Tiga , Siswa Empat

Jenjang KADER
Kader Dasar , Kader Muda , Kader Madya , Kader Kepala , Kader Utama

Jenjang PENDEKAR
Pendekar Muda, PMa, Pendekar Madya, PMdy , Pendekar Kepala, PKa , Pendekar Utama, PUa , Pendekar Besar, PBr

Terdapat 8 (delapan) jurus di dalam Perguruan Pencak Silat Tapak Suci yang dia ambil dari nama flora dan fauna , yaitu: Jurus Katak , Jurus Mawar, Jurus Lembu , Jurus Merpati , Jurus Harimau , Jurus Ikan Terbang , Jurus Naga , Jurus Rajawali

Dengan sejata khas perguruan yaitu SEGU (Senjata Serba Guna) dan Senakar.

Seragam : warna merah strip kuning

Di Palembang Perguruan Pencak Silat Tapak Suci berkembang melalui induk organisasi muhammadiyah, seperti :

Di kampus Universitas Muhammadiyah Palembang Plaju, Muhammadiyah Balayuda Km 4.5, Muhammadiya Bukit Kecil Jl Merdeka, Muhammadiya Kertapati, Muhammadiya Plaju, Man 3 & IAIN Raden Fatah Km 3.5, MTS 1 Dan tempat lainnya.

Dimana perguruan silat ini telah membuat harum nama Sumatera Selatan pada umumnya dan Palembang Pada Khususnya yaitu dengan atlitnya ABAS AKBAR yang telah mencapai prestasi mendunia.

Untuk Jadwal pelatihan biasanya mereka melakukan latihan pada pagi Minggu/sore dan pada malam-malam yang telah di tentukan jadwalnya.


Video : 
sumber : youtube

Tidak ada komentar:

Posting Komentar